Bagian III · HR Strategis · Level 1 · Magang
Magang HR di Brand Batik Solo: Konten Rekrutmen dan Survei
Produsen batik dan fesyen dengan merek "Kawung Laras" di Surakarta. Ada 350 karyawan: 185 pembatik dan staf produksi di rumah produksi, 60 penjahit dan staf finishing, 45 staf dua toko fisik dan gudang, 38 staf toko daring (admin, layanan pelanggan, konten, packing), dan 22 staf kantor. Tim HR berisi tiga orang: Pak Bambang (kepala HR), Mbak Nindya (HR officer, mentormu), dan satu staf payroll.
Peran: Mahasiswa magang tim HR PT Kawung Laras Busana · 5–6 keputusan · sekitar 15 menit
- Kualitas kerja
- 45
- Kepercayaan mentor
- 50
- Etika data
- 55
- Dampak konten
- 30
Level 1 · Magang
Peranmu: Mahasiswa magang tim HR PT Kawung Laras Busana
Kamu mahasiswa semester enam yang magang tiga bulan di tim HR Kawung Laras. Mbak Nindya memberimu dua proyek: konten lowongan untuk merekrut desainer motif junior dan admin toko daring, lalu survei singkat kepuasan karyawan yang hasilnya akan dibawa Pak Bambang ke rapat direksi.
Kedengarannya ringan, tapi di dua proyek ini banyak jebakan kecil: klaim lowongan yang terlalu manis, foto karyawan yang diunggah tanpa izin, pertanyaan survei yang menggiring jawaban, dan angka dari kelompok kecil yang dibaca terlalu jauh. Sebagai anak magang, kamu tidak memutuskan sendiri. Yang dinilai adalah ketelitianmu, keberanianmu bertanya, dan kejujuranmu saat melapor.
Simulasi ini berjalan dari minggu ke-2 sampai minggu ke-8. Empat indikator di dasbor bergerak sesuai keputusanmu. Baca tabel di tiap tahap dengan teliti, karena beberapa jawaban terbaik baru kelihatan kalau kamu menghitung.
Kasusnya fiktif, tapi penilaian tiap keputusan bersandar pada 7 artikel jurnal internasional Q1–Q2 dan standar profesi. Angka kecil seperti [1] di umpan balik menunjuk ke sumbernya.
Indikator yang kamu jaga
- Kualitas kerja (makin tinggi makin baik)Seberapa teliti, benar, dan bisa dipakai hasil kerjamu: caption, pilihan foto, kuesioner, dan laporan.
- Kepercayaan mentor (makin tinggi makin baik)Seberapa yakin Mbak Nindya menyerahkan tugas berikutnya kepadamu tanpa harus memeriksa ulang semuanya.
- Etika data (makin tinggi makin baik)Seberapa baik kamu menjaga izin, kerahasiaan, dan data pribadi karyawan, pelanggan, dan responden.
- Dampak konten (makin tinggi makin baik)Seberapa besar konten rekrutmen menarik pelamar yang cocok dan bertahan, bukan sekadar views dan likes.
Referensi
Kasus dan perusahaannya fiktif, tapi penilaian setiap keputusan bersandar pada riset di jurnal internasional bereputasi (Q1–Q2) terbitan 2022 ke atas dan standar profesi berikut.
- 1.Eriksson, T., Näppä, A., & Robertson, J. (2023). Crafting a paying-it-forward mindset in business: Five principles for a competitive employer branding advantage. Business Horizons, 66(1), 51–64. doi.org/10.1016/j.bushor.2022.01.001Q1
- 2.Elbendary, I., Elsetouhi, A. M., Marie, M., & Aljafari, A. M. (2023). A mixed-methods approach for the relationship between organizational attributes, reputation, employer brand and intention to apply for a job vacancy. Personnel Review, 53(5), 1244–1268. doi.org/10.1108/pr-03-2021-0188Q1
- 3.Panagiotidou, S., Mihail, D., & Katou, A. A. (2024). Unveiling the power of word-of-mouth in pre-recruitment employer branding strategy during COVID-19. Employee Relations: The International Journal, 46(4), 833–849. doi.org/10.1108/er-10-2023-0540Q2
- 4.Kucherov, D. G., Alkanova, O. N., Lisovskaia, A. Y., & Tsybova, V. S. (2022). Employer branding orientation: effects on recruitment performance under COVID-19. The International Journal of Human Resource Management, 34(10), 2107–2135. doi.org/10.1080/09585192.2022.2063065Q1
- 5.Edwards, M. R., Charlwood, A., Guenole, N., & Marler, J. (2022). HR analytics: An emerging field finding its place in the world alongside simmering ethical challenges. Human Resource Management Journal, 34(2), 326–336. doi.org/10.1111/1748-8583.12435Q1
- 6.McCartney, S., & Fu, N. (2023). Enacting people analytics: Exploring the direct and complementary effects of analytical and storytelling skills. Human Resource Management, 63(2), 187–205. doi.org/10.1002/hrm.22194Q1
- 7.Fu, N., Keegan, A., & McCartney, S. (2022). The duality of HR analysts' storytelling: Showcasing and curbing. Human Resource Management Journal, 33(2), 261–286. doi.org/10.1111/1748-8583.12466Q1
Simulasi lain di jalur HR Strategis
7–8 keputusan · sekitar 20 menit3Simulasi HR Strategis: Jadi HR Pertama di Startup EdtechJadi HR pertama di startup edtech Bandung yang tumbuh dari 40 ke 120 orang: terjemahkan strategi bisnis, dampingi para lead, susun EVP, dan ukur rekrutmen.Staf · 7–8 keputusan · sekitar 20 menitLevel 3 · Staf
7–8 keputusan · sekitar 20 menit4Simulasi People Analyst: Membongkar Attrition Agen Contact CenterSimulasi people analytics: rapikan data attrition 900 agen contact center, uji korelasi vs sebab, nilai AI vendor, lalu hitung dampak rupiahnya.Senior · 8–9 keputusan · sekitar 23 menitLevel 4 · Senior
8–9 keputusan · sekitar 23 menit5Simulasi HRBP: Setahun Mendampingi Divisi yang BermasalahSimulasi HR strategis: jadi HRBP divisi penjualan selama setahun. Baca data turnover, pilih alat AI, atur kerja hybrid, lalu presentasi ke direksi.Supervisor · 9–10 keputusan · sekitar 25 menitLevel 5 · Supervisor
9–10 keputusan · sekitar 25 menit6Simulasi CHRO: Setahun Menyatukan SDM Dua Jaringan RitelJadi CHRO grup ritel pasca-akuisisi: susun strategi SDM, tata ulang HR model Ulrich, satukan budaya, atur AI di HR, dan presentasi ke dewan komisaris.Kepala / Manajer · 9–10 keputusan · sekitar 25 menitLevel 6 · Kepala / Manajer
9–10 keputusan · sekitar 25 menit
